Sederhana

Rindu menghampiri

di kala sore pelan-pelan berubah menjadi malam.

Riuh tawa yang tadi menghuni ruang

pelan-pelan memudar.

Sunyinya terasa

sembari kaki ini beranjak kembali ke kesunyian kamar.

Hari Raya yang tadi sempat memikat ramai

sekarang menjelma menjadi malam Jumat sederhana.

Hai dunia, dengarkan yang ingin berbicara

sepatah lalu dua patah.

Terima kasih dilantunkan untuk hari yang penuh ria;

Sekarang datangkan malam bergaun bintang

agar para mata yang memandang tahu

bahwa Semesta memang tidak ada tandingannya.

Salam,

Dari aku yang berselimut rindu dan berteman sunyi.

Advertisements

Complete

There are no words

to ever fathom

how one can completely

change the way

you look at the world

as a whole.

It’s as if,

after a long haul,

the soul now knows

what it means to be

complete.

Tawar-Menawar

Kamu tahu? Dunia ini bukan untuk tawar-menawar, katanya. Tidak ada ruang untuk yang tidak pasti, seperti macamnya hitam akan selalu menjadi hitam dan putih tidak akan pernah berhenti menjadi putih. Semuanya sudah ada hukumnya;

tepat, exact, persis, tidak ada pengecualian.

Baik, gumamku diam sambil berpikir. Aku tidak akan berargumen dengan itu, mungkin untuk sekali ini saja aku menjadi anak penurut dan pura-pura untuk percaya.

Kutatap matamu itu, lalu kupejamkan mataku lagi.

Rasa itu, yang kukenal sangat dekat, telah masuk ke dalam sukma diri yang paling dalam, berputar-putar bebas di dalam sudut hati yang tidak semua orang dapat lihat jika hanya sekejap. Rasa itu, yang sudah melekat, selalu timbul saat sosokmu muncul dalam ruang lingkup penglihatanku.

Bolehkah aku memelukmu sedikit lebih lama lagi?

Bolehkah tangan ini mengenalmu lebih lama lagi?

Sebentar lagi saja, sedikit lagi. 

Ya, dunia ini mungkin bukan untuk tawar-menawar;

Tapi oh bila saja kamu tahu, betapa banyak hari yang aku habiskan untuk menawar waktu — sedikit lagi, tolong satu lagi, satu lagi saja— agar aku dapat tetap bersamamu sedikit saja lebih lama.

Dan seterusnya, seterusnya, seterusnya, seterusnya, begitu.

Sedikit saja lebih lama.

Hingga akhirnya tidak ada lagi yang perlu ditawar.

Bisakah?

The Enigma

You are the greatest enigma.

Both

my residing place and my adventure of a lifetime;

the comfort of a home and the thrill of the unknown;

the love of a lifetime and the rush of a broken heart–

all at once.

You are everything and more, so so much more.

And amidst everything,

stay.