The Butterfly Effect

Kamu.

Di dalam duniamu yang berisikan tanda tanya dan pijakan tanah yang kerap bergoyang, bergelombang. Dipertemukan dengan kepastian yang tidak pasti, yang baru saja bertatap muka lagi dengan rasa itu yang datang dari jatuh ke dalam hati yang tidak mau menangkapmu. Bukan ceroboh, tapi memang begitu kenyataan pahitnya– ia tidak menginginkanmu.

Berapa banyak tanda tanya yang kamu sedang coba jawab? Atau berapa banyak goresan tanda seru yang kamu sedang coba hadang?

Datanglah suatu pemikiran, sedikit abstrak, yang memaksa untuk berdiam sejenak di tengah-tengah pikiranmu yang teracak. Katanya: 

Kamu itu seorang diri, sendirian; kamu si silo.

Lalu… kacau.

Kawan, pernah dengar konsep “The Butterfly Effect“?

Aku baru saja berkenalan dengan konsep ini, dan momen itu ibarat fascination-at-first-hear bertemu serendipity. Terlalu suka dan tidak sabar untuk mendalami lebih jauh.

Singkatnya, The Butterfly Effect adalah konsep yang menjelaskan bahwa suatu kejadian adalah efek dari kejadian-kejadian sebelumnya. Anggap saja alam semesta ini terdiri dari modular-modular yang berinterkoneksi satu sama lain; semuanya tersambung ke yang lain, tidak ada yang sendiri, bahkan yang paling ujung sekalipun. Apapun yang terjadi di dalam satu modular akan memberikan dampak ke modular yang lain – dan memang (akan) selalu begitu hukumnya.

Masuk ke dalam duniaku, dunia HR.

Di dalam dunia HR, ada konsep yang bernama silo; artinya kerja sendiri, terisolasi dari yang lain. Konsep silo ini biasanya menjadi musuh semua orang, semacam kerikil kecil yang berhasil masuk ke dalam mesin Bugatti Veyron Super Sport; si kecil yang adalah perusak segala kestabilan, si kecil yang selalu sendirian. Dan setelah berkecimpung di dalam dunia HR dan mulai bersahabat dengan lekak-lekuknya dunia itu, yang dapat kusimpulkan dengan pasti adalah proses HR tidak mengenal si silo yang menyebalkan itu.

Di dalam proses HR, semua fungsi dan proses berjalan secara terinterkoneksi dan terhubung satu sama lain. Bolehlah kita sebut sebagai suatu ekosistem. Hal semudah Organization Structure akan menentukan job description dari setiap fungsi yang akan dibagi lagi menjadi per level; dan dari situ ia juga yang menentukan competency profiling per fungsi, per divisi, dan per level. Selebih itu, ia juga yang membantu menentukan arahan career path – dan dari career path itu, ia juga akan menentukan development plan per individu. Semuanya berfungsi sebagai satu kesatuan, semacam ekosistem, yang seolah menjunjung tinggi nilai gotong-royong.

Semuanya berinteraksi, berkesinambungan, tidak ada yang sendiri-sendiri.

(Intermezzo: Bahkan mungkin, dunia HR ini jauh lebih mendekati utopia daripada situasi di Indonesia saat ini; yang lebih kenal konsep pecah-belah dibandingkan menjadi sebuah ekosistem. Suatu gambaran situasi menyedihkan yang melampaui pilu, hampir ngilu, terlalu malu. Politik? Mungkin maksudnya tahi itik.)

Kembali kepada The Butterfly Effect.

Satu kejadian itu mempunyai kuasa yang sangat besar; ia menjadi penentu untuk melahirkan atau menghilangkan kejadian berikutnya. Tidak ada satu pun kejadian yang tidak memberi dampak kepada kejadian selanjutnya. Semuanya adalah modular yang tersambung di dalam suatu ekosistem yang dinamis, dengan hukumnya yang mutlak dan kritis.

Tidak ada konsep seorang diri, tidak ada yang namanya konsep sendirian.

… Begitu juga kamu.

Si abstrak mengatakan kamu si silo yang sendirian, mengusik dengan mengatakan kamu tidak menarik. Duniamu runtuh, hatimu ngilu, bahkan tempat berpijak pun tidak ketemu. Hanya karena dia yang tidak menginginkanmu.

Kamu tahu? Hanya karena kamu tidak bisa melihat sekarang melalui airmata dan hati yang terpecah belah, bukan berarti si abstrak benar. Karena apa?

Karena lalu… kamu bertemu The Butterfly Effect– 

dan si abstrak, dengan persuasi bodohnya itu, sudah tidak kuasa membohongimu lagi.

Selamat datang kembali, kawan – Sudah siapkah menemukan pijakanmu kembali?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s