Merindu

Dunia kita mungkin berbeda,

layaknya langit dan bumi,

atau malam dan pagi,

atau mungkin kau disana dan aku disini.

Tapi apa mau dikata,

Apa boleh dibuat;

Jika logika sudah tidak diberikan kuasa,

hati sudah menjalankan perannya,

dan kedamaian yang dirasa akhirnya bersuara.

 

“Benar kan, hati tidak sebodoh itu.”

Bukan kebetulan aku ketemu kamu;

dan jangan berani salahkan hati aku…

yang sudah terlalu sayang dengan hati kamu.

 

Selamat malam, kamu yang aku rindu.

Apa yang dirasa tidak usahlah diucap;

Cukup dirasa, diresapi, dan disepakati.

Toh, sekali lagi, hati tidak sebodoh itu.

Dan sekali lagi, tahu sama tahu.

Rindu pun, sama-sama merindu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s