Meteor

Kita adalah dunia yang berbeda,

Dua meteor bebas yang tiba-tiba bertabrakan,

Menghasilkan kekacauan dan mahakarya dalam jumlah yang sama.

Kita hanyalah dua yang berbeda, yang ingin menjadi satu.

Dan tidak mengapa,

Kita seharusnya menjadi pelengkap,

Bukan petaka.

Jangan menjauhkan apa yang memang sudah berbeda, namun rangkullah apa yang harus seharusnya didekatkan– mendekatkan.

Meteor tidak seterusnya ditakdirnya untuk bertabrakan,

Terkadang ia jatuh dan menjadi bintang yang paling indah.

Aku ingin menjadi bintang-mu,

Bukan meteor-mu yang mengacaukan.

Aku ingin menjadi pelengkap-mu;

Sama seperti kamu adalah bintang penjuru-ku,

Arah kemana aku selalu pulang.

Advertisements

One thought on “Meteor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s