Elemen-Elemen Jarak

21 jam. 

21 jam lagi sampai aku dapat melompat ke dalam dekapanmu,

menghirup wangimu yang selalu membuatku tergila-gila,

dan mengecup pipimu yang selalu aku ledeki tembam.

5,208 km.

5,208 km yang sudah mau setahun memisahkan kita,

yang selalu hadir dalam perdebatan kita,

menjadikan yang jauh terasa lebih jauh lagi.

Aku disini, kamu disana.

Aku meronta, kamu terdiam.

Atau, kamu meronta, aku menangis.

Rindu.

Rindu yang setiap pagi membangunku,

yang setiap siang selalu mengingatku bahwa kamu tidak di sampingku,

yang setiap malam mengiringi tidurku

terkadang dengan sedikit air mata yang tidak dapat lagi dibendung.

Apapun aku disini, aku rindu.

Kamu.

Kamu yang setiap hari menemani aku dalam setiap langkah kakiku,

yang selalu berlari, tertawa, tersenyum nakal, bahkan menari konyol dalam pikiranku,

yang selalu memeluk hatiku hangat dan mesra.

Apapun kamu disana, akupun rindu.

Kembali ke 21 jam.

21 jam lagi

sampai elemen-elemen jarak ini menguap seakan tidak pernah ada,

di saat aku melihatmu menunggu di gerbang kedatangan,

dan aku berhadapan dengan senyummu,

dan kamu dengan tidak sabar menarikku ke dalam dekapanmu.

Peduli setan dengan tatapan orang-orang tidak tahu,

karena dalam saat itu,

aku milikmu, dan kamu milikku,

dan jarak pun sudah tidak punya kuasa

untuk menjadi pemisah kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s