Thinking Out Loud: Beauty is a Concept

I was standing in front of the mirror one evening, admiring how my cheeks have grown over the last month but also how neat my eyebrows have became over the last half a year, or how much more spots of freckles reside underneath my eyes but also how my stare has changed over the years, I look different now– older perhaps– but basically, just different than the last time I took the time to really study myself in the mirror. There are many uncertainties in this world but the mirror usually tells us the truth– though sometimes the truth that we are inclined to see– but it usually does not lie, nonetheless.

Which was when I realized; You know, the way you look differs every single minute – The way you look in the morning is different than how you look at night, the way you look today differs than how you’ll look tomorrow. Not just that, the way one person looks at you is completely an entire story different that another person looks at you. It’s as if we, our being, is a millionfold slices of stories to different people we encounter.

If the concept of beauty, then, is an ever-changing concept, then I often wonder why people obsess over a groundless truth as if it is the sole thing that makes life worth living? Life is not so one-dimensional nor is it so narrow; in this life of endless possibilities and infinite realities, I really do think that fixating on one single un-truth in the expense of other far more valuable truths is probably a wasted idea. Life is not merely peeping through a key-hole- it’s endless, it’s vast, it really knows no end.

Trust me, getting upset about how many pounds you have gained over the last summer is not worth it when you know your weight will eventually shed back down after a while and when you know life is so, so much more than the numbers you see on a weighing scale.

It really is so, so much more.

Advertisements

Sederhana

Rindu menghampiri

di kala sore pelan-pelan berubah menjadi malam.

Riuh tawa yang tadi menghuni ruang

pelan-pelan memudar.

Sunyinya terasa

sembari kaki ini beranjak kembali ke kesunyian kamar.

Hari Raya yang tadi sempat memikat ramai

sekarang menjelma menjadi malam Jumat sederhana.

Hai dunia, dengarkan yang ingin berbicara

sepatah lalu dua patah.

Terima kasih dilantunkan untuk hari yang penuh ria;

Sekarang datangkan malam bergaun bintang

agar para mata yang memandang tahu

bahwa Semesta memang tidak ada tandingannya.

Salam,

Dari aku yang berselimut rindu dan berteman sunyi.

Tawar-Menawar

Kamu tahu? Dunia ini bukan untuk tawar-menawar, katanya. Tidak ada ruang untuk yang tidak pasti, seperti macamnya hitam akan selalu menjadi hitam dan putih tidak akan pernah berhenti menjadi putih. Semuanya sudah ada hukumnya;

tepat, exact, persis, tidak ada pengecualian.

Baik, gumamku diam sambil berpikir. Aku tidak akan berargumen dengan itu, mungkin untuk sekali ini saja aku menjadi anak penurut dan pura-pura untuk percaya.

Kutatap matamu itu, lalu kupejamkan mataku lagi.

Rasa itu, yang kukenal sangat dekat, telah masuk ke dalam sukma diri yang paling dalam, berputar-putar bebas di dalam sudut hati yang tidak semua orang dapat lihat jika hanya sekejap. Rasa itu, yang sudah melekat, selalu timbul saat sosokmu muncul dalam ruang lingkup penglihatanku.

Bolehkah aku memelukmu sedikit lebih lama lagi?

Bolehkah tangan ini mengenalmu lebih lama lagi?

Sebentar lagi saja, sedikit lagi. 

Ya, dunia ini mungkin bukan untuk tawar-menawar;

Tapi oh bila saja kamu tahu, betapa banyak hari yang aku habiskan untuk menawar waktu — sedikit lagi, tolong satu lagi, satu lagi saja— agar aku dapat tetap bersamamu sedikit saja lebih lama.

Dan seterusnya, seterusnya, seterusnya, seterusnya, begitu.

Sedikit saja lebih lama.

Hingga akhirnya tidak ada lagi yang perlu ditawar.

Bisakah?

The Enigma

You are the greatest enigma.

Both

my residing place and my adventure of a lifetime;

the comfort of a home and the thrill of the unknown;

the love of a lifetime and the rush of a broken heart–

all at once.

You are everything and more, so so much more.

And amidst everything,

stay.